
SpesialBerita,- Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ketika seorang pria berinisial RA (43) meninggal dunia setelah berusaha melerai pertengkaran dua anak kandungnya sendiri. Peristiwa yang terjadi pada Jumat pagi (26/12) itu sempat menghebohkan publik setelah beredar informasi di media sosial yang menyebut korban tewas akibat dipukul oleh anaknya.
Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban tidak meninggal akibat penganiayaan, melainkan karena terjatuh saat berusaha melerai pertengkaran anak-anaknya.
Kronologi Kejadian di Rumah Korban
Kepala Seksi Humas Polres Muna, Iptu Jufri, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. Pada pagi hari sekitar pukul 07.30 Wita, korban berada di rumah bersama anggota keluarganya.
Saat itu, dua anak korban terlibat cekcok yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Melihat situasi tersebut, korban berusaha melerai agar pertengkaran tidak semakin memburuk.
“Korban bermaksud melerai dua anaknya yang sedang bertengkar. Saat itu korban terjatuh dan mengalami kondisi yang kemudian berujung meninggal dunia,” kata Jufri saat dikonfirmasi.
Peristiwa tersebut terjadi secara cepat dan spontan. Tidak ada indikasi bahwa korban mengalami pemukulan secara sengaja oleh anak-anaknya.
Isu Penganiayaan Sempat Viral
Kasus ini sempat menjadi perhatian publik setelah muncul unggahan di media sosial yang menyebut korban meninggal dunia akibat dipukul oleh anak kandungnya sendiri. Narasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai spekulasi dari warganet.
Namun pihak kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan awal. Polisi memastikan bahwa korban tidak mengalami luka akibat penganiayaan sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
“Kami luruskan bahwa korban bukan meninggal karena dipukul. Informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar,” tegas Jufri.
Polisi Lakukan Penyelidikan Menyeluruh
Meski tidak ditemukan indikasi penganiayaan, kepolisian tetap melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Langkah ini dilakukan guna memberikan kepastian hukum serta mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan di masyarakat.
Petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga dan warga sekitar. Proses pemeriksaan medis juga dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur kekerasan fisik yang menyebabkan kematian.
“Kami tetap bekerja secara profesional dan objektif. Semua fakta akan kami ungkap sesuai hasil penyelidikan di lapangan,” kata Jufri.
Duka Mendalam bagi Keluarga
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Selain kehilangan sosok kepala keluarga, peristiwa tersebut juga menyisakan trauma, terutama bagi anak-anak korban yang terlibat dalam pertengkaran tersebut.
Warga sekitar mengenal korban sebagai sosok yang dikenal baik dan tidak pernah memiliki konflik serius dengan tetangga. Kejadian ini pun membuat masyarakat sekitar terkejut dan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.
Sejumlah warga berharap agar keluarga korban diberikan pendampingan, baik secara psikologis maupun sosial, mengingat peristiwa tersebut dapat meninggalkan dampak trauma jangka panjang.
Imbauan Kepolisian kepada Masyarakat
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum. Penyebaran informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami mengajak masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum tentu benar,” ujar Jufri.
Selain itu, kepolisian juga mengingatkan pentingnya menjaga emosi dan menyelesaikan konflik keluarga secara bijak, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Peristiwa meninggalnya seorang ayah saat mencoba melerai pertengkaran anaknya di Kabupaten Muna menjadi pengingat akan pentingnya pengendalian emosi dalam keluarga. Meski sempat diwarnai isu yang menyesatkan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak adanya unsur kekerasan yang disengaja.
Kepolisian memastikan proses hukum berjalan secara transparan, sementara masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi. Tragedi ini sekaligus menjadi refleksi bahwa konflik keluarga, sekecil apa pun, dapat berujung pada konsekuensi yang tidak terduga.
1 thought on “Tragis! Ayah di Sultra Meninggal Saat Lerai Dua Anaknya”