
SpesialBerita,- Suasana pagi yang seharusnya tenang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, berubah menjadi momen penuh kecemasan dan kekhawatiran. Pada Kamis, 11 Desember 2025, sekitar pukul 06.30–06.39 WIB, sebuah mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membawa paket Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba masuk ke area sekolah dan menabrak murid serta seorang guru, yang saat itu tengah berkumpul di halaman sekolah untuk kegiatan pagi.
Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya 21 orang—termasuk murid dan guru—mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan sehingga jauh lebih baik ketimbang kekhawatiran awal masyarakat.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika kendaraan jenis minivan yang mengantar paket MBG melintas masuk ke area sekolah pada pagi hari saat para siswa dan guru sedang mempersiapkan kegiatan literasi di lapangan sekolah. Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar, terlihat mobil itu menerobos pagar yang tertutup dan melaju tanpa kendali, kemudian menghantam barisan murid serta guru yang sedang berkumpul.
Seorang saksi mata menggambarkan suasana saat itu sebagai kondisi yang sangat panik. Murid-murid tampak terkejut dan berteriak ketika kendaraan tersebut meluncur ke area kegiatan tanpa peringatan. Beberapa korban bahkan ikut terpental akibat benturan.
Polisi Metro Jaya dengan cepat menutup lokasi kejadian setelah tabrakan terjadi dan langsung melakukan analisis tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk apakah ada unsur kelalaian driver atau masalah teknis pada kendaraan. Sopir dan kernet mobil juga telah diperiksa sebagai saksi oleh pihak berwajib.
Korban dan Penanganan Medis
Dari jumlah total korban, data awal dari Kepolisian Metro Jaya menunjukkan 19 murid dan 1 guru menjadi korban, dengan sebagian besar dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Lima korban dirawat di RSUD Koja dan yang lainnya di RSUD Cilincing. Seorang korban juga sempat dirujuk ke Puskesmas sebelum diizinkan pulang setelah mendapatkan pertolongan pertama.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung seluruh biaya pengobatan untuk 21 korban yang terluka. Hal ini mendapat apresiasi dari banyak orang tua dan pihak sekolah, mengingat kebutuhan medis yang harus segera ditangani demi pemulihan para murid dan guru.
Sebagai langkah antisipatif, pembelajaran di SDN 01 Kalibaru sementara waktu dialihkan ke metode daring, untuk memberikan ruang pemulihan dan juga menjaga suasana psikologis para siswa pascakecelakaan.
Siapa yang Mengemudi?
Salah satu hal yang menjadi fokus penyelidikan adalah identitas dan kompetensi sopir pada saat kejadian. Kepala SPPG Jakarta Utara menjelaskan bahwa sopir yang mengendarai mobil tersebut bukanlah sopir tetap dari armada MBG, melainkan sopir pengganti yang ditugaskan karena sopir utama sedang berhalangan.
Informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa sopir berinisial AI, seorang pria asal Kalibaru berusia 34 tahun, telah diperiksa oleh penyidik bersama dengan kernet kendaraan sebagai bagian dari proses hukum. Polisi juga meminta keterangan para guru dan saksi lain yang melihat langsung detik-detik insiden tersebut.
Respons dari Berbagai Pihak
Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang mengelola program MBG, merespons insiden itu dengan cepat. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian, serta berkomitmen memastikan semua korban mendapat perawatan medis terbaik. BGN juga menegaskan akan mengevaluasi ulang protokol keselamatan dan operasional armada MBG supaya kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan bentuk kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Ia mendesak agar SPPG dan pihak terkait benar-benar bertanggung jawab atas keselamatan armada dan para penerima layanan MBG yang sebagian besar ialah anak-anak sekolah.
Dampak Psikologis dan Tindakan Lanjutan
Kejadian tragis ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga dampak psikologis yang mendalam bagi murid, guru, orang tua, dan warga sekolah. Trauma karena tiba-tiba mengalami tabrakan di lingkungan yang semestinya aman menjadi perhatian penting. Pakar psikologi sekolah menyarankan pemberian dukungan trauma healing kepada siswa, guna membantu mereka kembali merasa aman di lingkungan sekolah.
Sementara itu, kepolisian masih menunggu hasil investigasi untuk memastikan apakah insiden ini murni kecelakaan, atau ada unsur kesengajaan atau kelalaian berat yang bisa berujung pada tuntutan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya standar keselamatan operasi armada pelayanan publik, terutama yang melibatkan kegiatan anak-anak. Seiring proses hukum yang berjalan dan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur SPPG dan program MBG, harapan besar masyarakat adalah agar sekali lagi tragedi seperti ini tidak terjadi di sekolah-sekolah lain di Indonesia.
1 thought on “Mobil SPPG Tabrak Murid dan Guru SDN 01 Kalibaru”