
SpesialOlahraga,- Masa depan Marcus Rashford menjadi sorotan serius menjelang jendela transfer musim panas mendatang. Striker asal Inggris itu saat ini berstatus pemain pinjaman di Barcelona, namun kabar dari Spanyol dan Inggris menyebut bahwa jalan untuk permanenkan transfernya jauh dari pasti, membuka peluang bagi klub-klub Premier League seperti Chelsea dan Tottenham untuk bergerak.
1. Pinjaman ke Barcelona dan Opsi Beli
Rashford pindah dari Manchester United ke Barcelona dalam bentuk peminjaman satu musim, dengan klausul opsi beli senilai sekitar €30 juta. Barcelona setuju menanggung seluruh gaji Rashford musim ini setelah sang pemain bersedia melakukan pemotongan gaji demi mewujudkan kepindahan.
Menurut Fabrizio Romano, Rashford sangat menyukai kehidupan di Barcelona. Ia dinilai telah beradaptasi dengan baik — baik di dalam skuat maupun di lingkungan Latihan — dan secara pribadi fokus pada misi sukses di Camp Nou.
2. Keraguan Barcelona Akan Pembelian Permanen
Meski ada opsi beli, keputusan Barcelona untuk mengaktifkannya diprediksi tidak akan mudah. Laporan dari beberapa media menyebut bahwa manajemen Barca tengah mempertimbangkan prioritas lain, terutama dalam mencari pengganti jangka panjang untuk Robert Lewandowski.
Bola.com melaporkan bahwa, menurut Radio Catalunya, Barca mungkin akan membeli Rashford jika memenuhi syarat tetapi bisa menjualnya kembali di musim panas 2026 untuk menyeimbangkan kondisi keuangan klub. Strategi semacam ini disebut-sebut sebagai bagian dari manuver ekonomi Barca di tengah krisis finansial yang sempat menghantam mereka.
3. Agen Rashford Mulai Bergerak
Sinyal kelemahan dalam posisi Barca memunculkan peluang lain dan agen Rashford, Dwaine Maynard, dikabarkan telah melakukan pembicaraan awal dengan beberapa klub di Inggris. Salah satu laporan paling menonjol menyebut Chelsea dan Tottenham Hotspur sebagai kandidat serius yang tertarik mendatangkan Rashford.
Menurut laporan dari FootballTransfers, Chelsea telah mengadakan pembicaraan terkait kemungkinan mendatangkan Rashford jika Barcelona memutuskan untuk tidak menggunakan opsi beli. Klub London itu dinilai percaya bahwa Rashford akan menjadi sosok penyerang sekaligus pesaing penting di lini depan, terutama bila masa depan Nicolas Jackson di Chelsea tidak jelas.
Tottenham juga disebut siap mempertimbangkan penyerang Inggris itu sebagai tambahan serangan, terutama karena mereka perlu mendatangkan opsi yang bisa diandalkan saat Dominic Solanke mengalami masalah kebugaran musim ini.
4. Hambatan Finansial dan Keuangan
Salah satu hambatan terbesar bagi Barcelona untuk membeli Rashford secara permanen bukan hanya klausul harga, tetapi juga beban gaji sang pemain. Sebelumnya dilaporkan bahwa gaji Rashford selama di United sangat tinggi, membuat negosiasi lawan dengan klub lain sulit tanpa struktur pemotongan atau skema kompensasi.
Deco, direktur olahraga Barcelona, pernah menyatakan bahwa walaupun mereka senang dengan performa dan sikap profesional Rashford, keputusan untuk membeli akan sangat bergantung pada strategi finansial jangka panjang klub.
5. Posisi di United Terus Menjadi Masalah
Kembali ke Manchester United dianggap semakin tak realistis untuk Rashford. Menurut laporan dari The Guardian, Rashford menjadi salah satu dari lima pemain yang “diberitahu tidak masuk dalam rencana jangka panjang” di bawah pelatih Ruben Amorim. Selain itu, rumor bahwa United ingin menjual Rashford terus berhembus, sementara sang striker tampak fokus mengukir masa depan jauh dari Old Trafford.
6. Sikap Rashford Sendiri
Di tengah semua spekulasi, Rashford disebut sangat betah di Barcelona. Dalam pernyataannya kepada media, ia menyebut kepindahan ini sebagai “babak baru yang dibutuhkan” dalam kariernya, dan sangat menghargai sejarah serta ambisi klub Catalan.
Namun demikian, dia juga diyakini tidak menutup kemungkinan meninggalkan Barca jika kesepakatan permanen tidak tercapai, terutama bila tawaran lebih menjanjikan datang dari Premier League.
Analisis dan Potensi Dampak
- Strategi Chelsea dan Tottenham: Jika Chelsea jadi merekrut Rashford, mereka akan mendapatkan penyerang berpengalaman yang bisa menjadi pesaing sekaligus backup fleksibel di lini depan. Tottenham, di sisi lain, bisa memperkuat depth serangan mereka dan menambah elemen Inggris yang familiar dengan Premier League.
- Risiko Finansial Barca: Keputusan Barcelona untuk membeli Rashford bisa menghadirkan risiko keuangan, terutama jika mereka terpaksa menjualnya kembali untuk menjaga neraca keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa opsi beli bukan jaminan kepemilikan jangka panjang.
- Masa Depan United: Untuk Manchester United, skenario ini bisa jadi win-win: mereka melepas pemain yang dianggap surplus sekaligus menghemat beban gaji, sementara tetap menjaga relasi transfer terbuka.
- Ambisi Rashford: Keinginan Rashford untuk tetap di Barca menegaskan bahwa kepindahan ke Spanyol bukan sekadar solusi sementara. Namun, sikap “opsional” membuka pintu bagi kepulangan ke Inggris dengan status yang lebih strategis.
Masa depan Marcus Rashford saat ini berada di persimpangan kritis. Meskipun ia menunjukkan performa menjanjikan di Barcelona, ketidakpastian finansial dan pertimbangan strategi jangka panjang klub membuat skema pembelian permanen tidak mudah. Di sisi lain, minat dari Chelsea dan Tottenham menegaskan bahwa pintu pulang ke Premier League masih terbuka, dan bisa menjadi opsi menarik jika Blaugrana gagal mengambil keputusan tegas.