
SpesialOlahraga,- Mantan kapten Persib Bandung sekaligus gelandang senior Atep Rizal menyerukan agar PSSI segera mengambil keputusan mengenai pelatih baru Timnas Indonesia. Menurutnya, penunjukan yang terlalu terlambat akan menghambat proses adaptasi pelatih dengan pemain serta budaya sepak bola nasional — dan membawa dampak negatif bagi kesiapan Timnas menghadapi kompetisi internasional.
Seruan terkait persiapan tim
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Atep menegaskan bahwa “lebih cepat lebih baik” dalam memilih pelatih baru. Hal ini lantaran pelatih tidak hanya harus memperkenalkan skema taktik, tetapi juga memahami kultur sepak bola Indonesia dan karakter pemain yang dimiliki. Atep menyebut:
“Pelatih baru juga butuh pengenalan — bagaimana budaya sepak bola, bagaimana pemain yang dimiliki juga.”
Dia menambahkan bahwa bila penunjukan dilakukan terlalu mepet (misalnya Maret 2026), maka persiapan menuju ajang seperti Piala AFF 2026 bisa terganggu.
Alasan memilih pelatih asal Eropa
Lebih lanjut, Atep mengungkapkan preferensinya agar PSSI mempertimbangkan pelatih asal Eropa. Beberapa poin yang ia kemukakan:
- Banyak pemain Timnas Indonesia memiliki darah keturunan dan berkarier di Eropa — sehingga pelatih Eropa bisa lebih cepat beradaptasi dengan karakter mereka.
- Pelatih Eropa umumnya membawa pendekatan modern, disiplin tinggi, serta pemahaman taktik yang detail — seperti press tinggi, transisi cepat — yang dianggap sesuai dengan karakter pemain Indonesia.
- Atep tidak menutup kemungkinan kembali menunjuk pelatih seperti Shin Tae‑yong, tetapi kalau ada figur yang lebih berpengalaman ia akan lebih mendukung.
Konteks terkini dan urgensi keputusan
Saat ini, kursi pelatih kepala Timnas Indonesia masih kosong setelah berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert. Sementara itu, PSSI belum secara resmi mengumumkan nama pengganti dan bahkan menegaskan bahwa rumor mengenai kesepakatan internal sudah dibantah.
Atep menekankan bahwa menunda penunjukan hingga terlalu dekat dengan kompetisi bisa berdampak buruk: pelatih baru tidak punya cukup waktu untuk mengenal pemain, membangun skema, dan menyelaraskan budaya tim. Kondisi seperti ini dapat mempersempit ruang manuver tim saat menghadapi lawan-lawan kompetitif di tingkat Asia Tenggara maupun Asia.
Target realistis: Piala AFF sebelum Piala Asia atau Piala Dunia
Dalam pernyataannya, Atep juga menekankan bahwa target jangka pendek Timnas Indonesia perlu diarahkan ke Piala AFF 2026. Menurutnya:
- Timnas sudah menunjukkan peningkatan di level Asia, namun pencapaian realistis berikutnya adalah merebut juara Piala AFF yang hingga kini belum pernah diraih.
- Setelah itu, barulah fokus diperluas ke ajang seperti Piala Asia 2027 atau kualifikasi Piala Dunia 2030.
- Dengan memilih pelatih tepat dan memulai proses persiapan lebih awal, maka pondasi untuk jangka panjang bisa dibangun lebih kokoh.
Pernyataan Atep Rizal datang di momen krusial bagi sepak bola Indonesia. Dengan kursi pelatih yang masih kosong, dan waktu persiapan yang terus berjalan menuju berbagai agenda internasional, desakan untuk segera menentukan pelatih baru sangat relevan. Apabila PSSI bergerak cepat dan memilih figur yang tepat — khususnya yang mampu memahami karakter pemain serta budaya sepak bola Indonesia — maka peluang Timnas Indonesia tampil kompetitif di level regional dan Asia akan semakin besar. Sebaliknya, keterlambatan bisa mempersempit kesempatan dan menunda pencapaian target.