
SpesialEkonomi,- Keluhan keras terkait sistem perpajakan digital Coretax menyeruak dari internal Danantara. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, disebut melontarkan protes habis-habisan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa karena sistem tersebut dinilai bermasalah dan menghambat proses administrasi pajak perusahaan.
Menanggapi keluhan tersebut, Purbaya tidak tinggal diam. Pada Kamis (15/1/2026), Menteri Keuangan itu secara langsung menyambangi kantor Danantara untuk memastikan apakah persoalan yang dikeluhkan memang berasal dari sistem Coretax atau justru dari sisi pengguna.
Langkah ini menjadi sorotan publik, mengingat Coretax merupakan salah satu sistem inti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi layanan perpajakan nasional.
Datang Bersama Tim IT Pajak
Dalam kunjungannya, Purbaya tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh tim teknologi informasi dari Direktorat Jenderal Pajak serta petugas kantor pajak setempat. Tujuan kehadiran langsung ini, menurut Purbaya, adalah untuk melihat secara objektif kondisi sistem Coretax yang dikeluhkan Danantara.
“Kemarin Danantara komplain katanya Coretax-nya enggak jalan. Saya mau lihat ini betul-betul enggak atau memang orang dari Danantara-nya yang enggak bisa masukin,” ujar Purbaya dalam unggahan video di akun Instagram resminya, @menkeuri.
Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan langsung yang diambil Kementerian Keuangan dalam menindaklanjuti keluhan wajib pajak besar. Pemerintah ingin memastikan bahwa kritik terhadap sistem digital negara ditangani berdasarkan fakta lapangan, bukan sekadar asumsi.
Pandu Sjahrir Justru ke Luar Negeri
Namun, situasi di lapangan justru menghadirkan momen tak terduga. Saat Purbaya dan tim tiba di kantor Danantara, Pandu Sjahrir yang sebelumnya melayangkan keluhan tidak berada di tempat. Ia diketahui sedang berada di luar negeri.
“Saya mau lihat konyol apa enggak Coretax punya saya. Ngeluh habis-habisan sama saya, saya ke sini, kabur dia ke luar negeri si Pak Pandu,” kata Purbaya sambil berseloroh.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, pernyataan tersebut menyoroti pentingnya komunikasi dua arah yang efektif antara otoritas pajak dan wajib pajak, terutama institusi besar yang memiliki kompleksitas administrasi tinggi.
Masalah Ditemukan, Namun Bersifat Minor
Setelah dilakukan pengecekan langsung bersama tim teknis, Purbaya menyampaikan bahwa sebagian besar permasalahan yang dikeluhkan Danantara telah berhasil diidentifikasi dan diperbaiki di tempat.
Ia mengakui masih terdapat beberapa kendala kecil dalam sistem Coretax, namun menegaskan bahwa masalah tersebut tidak bersifat krusial dan tidak mengganggu operasional utama wajib pajak.
“Kita sedikit adjust nanti software-nya. Mungkin seminggu dua minggu sudah selesai. Tapi itu nggak penting-penting banget, dalam pengertian yang minor tadi tidak akan membuat sistemnya berhenti atau wajib pajak tidak bisa menjalankan pekerjaannya,” jelas Purbaya.
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa Coretax mengalami kegagalan sistemik. Menurut Purbaya, sistem tetap berjalan dan mampu melayani kebutuhan administrasi pajak secara umum.
Coretax Menuju Arah Lebih Baik
Purbaya juga menegaskan bahwa Coretax saat ini berada dalam fase penyempurnaan berkelanjutan. Sebagai sistem digital berskala nasional, ia mengakui bahwa tantangan teknis tidak bisa dihindari, terutama pada tahap implementasi dan penyesuaian pengguna.
“Saya rasa sistem Coretax sudah menuju arah yang lebih baik. Memang masih ada kekurangan, tapi arahnya terus membaik,” tutur Purbaya.
Ia menekankan bahwa Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital perpajakan, baik dari sisi teknologi maupun pendampingan kepada wajib pajak.
Pentingnya Literasi Digital Pajak
Kasus ini sekaligus menyoroti tantangan besar dalam transformasi digital perpajakan, yakni kesiapan sumber daya manusia di sisi pengguna. Menurut sejumlah pengamat, masalah teknis sering kali muncul bukan semata karena sistem, tetapi karena kurangnya pemahaman teknis dalam pengoperasian aplikasi baru.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong edukasi dan pendampingan, khususnya bagi korporasi besar yang memiliki volume transaksi tinggi dan kebutuhan administrasi yang kompleks.
Langkah Purbaya yang turun langsung ke lapangan dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan siap bertanggung jawab atas sistem yang dikembangkan.
Transparansi dan Respons Cepat Jadi Kunci
Respons cepat Menteri Keuangan terhadap keluhan Danantara juga mencerminkan upaya menjaga kepercayaan dunia usaha terhadap sistem perpajakan nasional. Di tengah upaya meningkatkan kepatuhan pajak dan penerimaan negara, keandalan sistem digital menjadi faktor krusial.
Dengan pendekatan terbuka, evaluasi langsung, serta komitmen perbaikan berkelanjutan, pemerintah berharap Coretax dapat menjadi fondasi kuat bagi modernisasi perpajakan Indonesia ke depan.