
SpesialBerita,- Media sosial internasional dihebohkan oleh klaim seorang pengkhotbah asal Ghana, Ebo Noah, yang menyebut akan terjadi kiamat berupa banjir besar pada tanggal 25 Desember. Klaim tersebut sontak menarik perhatian publik setelah beredar luas di berbagai platform digital, termasuk TikTok, Instagram, dan Facebook.
Ebo Noah, yang dikenal sebagai tokoh keagamaan lokal, mengunggah sejumlah video yang memperlihatkan dirinya tengah membangun sebuah bahtera besar. Ia menyebut bahtera tersebut sebagai tempat perlindungan bagi umat manusia yang ingin selamat dari bencana global yang ia yakini akan terjadi.
Dalam sejumlah unggahan, Ebo Noah mengaku mendapatkan wahyu langsung dari Tuhan. Ia mengatakan bahwa wahyu tersebut diterimanya setelah melalui rangkaian doa dan puasa. Menurut pengakuannya, Tuhan memerintahkannya untuk membangun bahtera sebagaimana kisah Nabi Nuh dalam kitab suci, sebagai persiapan menghadapi air bah yang akan melanda dunia.
Klaim tersebut dengan cepat menyebar luas dan menimbulkan reaksi beragam di tengah masyarakat. Sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi pembangunan bahtera, bahkan sebagian membawa barang-barang pribadi seperti pakaian, makanan, dan perlengkapan sehari-hari. Beberapa di antaranya mengaku percaya bahwa bencana besar benar-benar akan terjadi.
Fenomena ini kemudian menarik perhatian media internasional. Media asal Afrika, Gistreel, melaporkan bahwa kehadiran warga dalam jumlah besar dipicu oleh ketakutan serta keyakinan terhadap pesan religius yang disampaikan Ebo Noah. Sementara itu, International Business Times (IBTimes UK) menyoroti bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan tidak didukung oleh lembaga meteorologi atau otoritas kebencanaan mana pun.
Para ahli juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan akan terjadinya banjir global seperti yang diklaim. Badan meteorologi internasional pun tidak mengeluarkan peringatan terkait potensi bencana berskala dunia pada tanggal yang disebutkan.
Seiring meningkatnya perhatian publik, tekanan terhadap Ebo Noah pun bertambah. Pada 25 Desember, tepat di hari yang sebelumnya ia klaim sebagai waktu terjadinya kiamat, Ebo Noah akhirnya mengunggah video klarifikasi melalui akun media sosialnya. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa “kiamat ditunda” dan Tuhan memberikan waktu tambahan bagi umat manusia.
“Tidak ada yang perlu datang ke mana pun. Tetaplah di rumah dan nikmati Natal,” ujar Ebo Noah dalam video tersebut.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak lagi mendatangi lokasi pembangunan bahtera. Menurutnya, waktu tambahan tersebut dimaksudkan agar lebih banyak bahtera dapat dibangun di berbagai tempat, meski pernyataan ini kembali menuai kontroversi dan kritik.
Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana informasi keagamaan yang tidak diverifikasi dapat dengan cepat menyebar di era digital. Para pengamat menilai, fenomena tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh figur publik di media sosial serta pentingnya literasi digital bagi masyarakat.
Banyak pihak mengingatkan agar masyarakat lebih kritis dalam menerima klaim luar biasa, terutama yang berkaitan dengan bencana dan kepercayaan. Pemerhati media juga menekankan pentingnya memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari otoritas pemerintah Ghana terkait aktivitas Ebo Noah. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan massal dan dampak sosial yang luas.
1 thought on “Heboh Kiamat 25 Desember! Pendeta Ghana Klaim Terima Wahyu”