
SpesialOlahraga,- Kejutan terjadi pada pekan ke-26 Serie A musim 2025/2026. AC Milan harus mengakui keunggulan Parma Calcio 1913 dengan skor tipis 0-1 dalam laga yang digelar di Stadion San Siro, Senin (23/2/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal dalam pertandingan ini dicetak oleh Mariano Troilo pada menit ke-80 melalui sundulan memanfaatkan situasi sepak pojok. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Milan yang tengah berupaya menekan jarak dengan pemuncak klasemen.
Dominasi Milan Tanpa Hasil
Sejak peluit awal dibunyikan, Milan tampil agresif di hadapan publik sendiri. Bermain dengan intensitas tinggi, Rossoneri berupaya menguasai permainan melalui kombinasi umpan pendek dan tekanan dari lini tengah.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan sepanjang babak pertama. Serangan demi serangan dilancarkan dari sisi sayap maupun melalui penetrasi tengah. Namun, penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Finishing yang kurang klinis membuat peluang emas terbuang sia-sia.
Parma, di sisi lain, tampil disiplin. Mereka memilih pendekatan lebih pragmatis dengan memperkuat lini pertahanan dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi tersebut membuat Milan kesulitan menemukan ruang di area berbahaya.
Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan meski tuan rumah mendominasi penguasaan bola.
Momen Penentu di Menit ke-80
Memasuki babak kedua, Milan meningkatkan tempo permainan. Pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor. Tekanan demi tekanan terus diberikan ke pertahanan Parma.
Namun justru di tengah upaya keras Milan mencari gol, Parma mendapatkan peluang emas melalui sepak pojok pada menit ke-80. Bola yang dikirim ke dalam kotak penalti berhasil disambut sundulan keras Mariano Troilo. Arah bola yang akurat tak mampu dijangkau penjaga gawang Milan.
Gol tersebut sontak mengubah dinamika pertandingan. San Siro yang sebelumnya riuh mendukung tuan rumah mendadak terdiam.
Setelah tertinggal, Milan mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan. Beberapa peluang tercipta, namun solidnya lini belakang Parma membuat skor 0-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dampak pada Klasemen
Kekalahan ini membuat AC Milan tetap berada di posisi kedua klasemen sementara Serie A dengan koleksi 54 poin dari 26 pertandingan. Namun jarak dengan pemuncak klasemen, Inter Milan, kini menjadi 10 poin.
Selisih tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi Milan dalam perburuan gelar. Dengan kompetisi yang semakin mendekati fase akhir, setiap poin menjadi sangat krusial.
Sementara itu, kemenangan ini sangat berarti bagi Parma. Tambahan tiga poin membawa tim asuhan Carlos Cuesta naik ke posisi ke-12 klasemen dengan raihan 32 poin dari 26 laga. Posisi tersebut memberikan jarak yang lebih aman dari zona degradasi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim.
Evaluasi untuk Milan
Kekalahan di kandang sendiri menjadi catatan penting bagi Milan. Secara statistik, mereka mampu menciptakan sejumlah peluang dan mengontrol jalannya pertandingan. Namun efektivitas di depan gawang menjadi pembeda utama.
Masalah klasik berupa penyelesaian akhir yang kurang tajam kembali muncul. Dalam pertandingan besar maupun laga melawan tim papan tengah, ketajaman menjadi faktor yang menentukan hasil akhir.
Selain itu, konsentrasi dalam situasi bola mati juga menjadi sorotan. Gol yang tercipta dari skema sepak pojok menunjukkan adanya celah koordinasi di lini pertahanan.
Jika ingin terus menjaga peluang dalam persaingan gelar, Milan harus segera melakukan pembenahan. Konsistensi performa menjadi kunci dalam kompetisi sepanjang musim seperti Serie A.
Parma dan Strategi Efisien
Di sisi lain, Parma menunjukkan efektivitas tinggi. Meski tidak mendominasi penguasaan bola, mereka mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki.
Pendekatan taktis Carlos Cuesta terlihat jelas: bertahan disiplin, meminimalisasi kesalahan, dan memanfaatkan situasi bola mati. Strategi tersebut terbukti ampuh menghadapi tekanan tim sekelas Milan.
Kemenangan ini juga memperlihatkan kedewasaan permainan Parma. Mereka tidak panik meski terus ditekan dan mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan.
Tambahan tiga poin di San Siro tentu menjadi suntikan moral yang sangat besar bagi skuad Parma dalam menjalani sisa musim.
Atmosfer San Siro yang Berubah
Bermain di San Siro biasanya menjadi keuntungan tersendiri bagi Milan. Dukungan ribuan suporter kerap memberikan energi tambahan bagi para pemain.
Namun dalam laga ini, atmosfer tersebut tidak cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan. Setelah gol Troilo tercipta, tekanan justru terasa semakin berat bagi tuan rumah.
Kekecewaan terlihat jelas di akhir pertandingan. Para pemain Milan meninggalkan lapangan dengan wajah tertunduk, sementara kubu Parma merayakan kemenangan penting mereka.
Jalan Panjang Menuju Akhir Musim
Kompetisi Serie A musim 2025/2026 masih menyisakan sejumlah pertandingan. Meski selisih poin dengan Inter Milan cukup signifikan, peluang matematis Milan belum sepenuhnya tertutup.
Namun, dengan margin 10 poin, setiap laga ke depan akan terasa seperti final bagi Rossoneri. Mereka tidak hanya harus meraih kemenangan, tetapi juga berharap pesaing terpeleset.
Bagi Parma, fokus berikutnya adalah menjaga konsistensi. Posisi ke-12 memang relatif aman untuk saat ini, tetapi kompetisi papan tengah Serie A dikenal sangat ketat.
Kesimpulan
Kekalahan 0-1 dari Parma menjadi hasil mengejutkan bagi AC Milan di pekan ke-26 Serie A. Dominasi permainan tanpa efektivitas berujung pada hilangnya tiga poin di kandang sendiri.
Gol sundulan Mariano Troilo pada menit ke-80 menjadi momen krusial yang menentukan jalannya laga. Hasil ini memperlebar jarak Milan dari Inter di puncak klasemen, sementara Parma meraih dorongan penting untuk memperbaiki posisi mereka.
Sepak bola kembali membuktikan bahwa dominasi tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Efektivitas dan ketenangan dalam momen krusial menjadi pembeda — dan pada malam itu di San Siro, Parma tampil sebagai pemenang.