
SpesialEkonomi,- Venezuela selama ini dikenal dunia sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di planet ini. Namun di balik narasi minyak dan konflik geopolitik yang menyertainya, tersimpan fakta lain yang jauh lebih strategis dan bernilai tinggi: Venezuela adalah pemilik cadangan emas terbesar di Amerika Latin, dengan potensi kekayaan mineral yang bahkan dinilai lebih “siap pakai” dibanding minyak.
Data resmi menunjukkan, cadangan emas Venezuela yang tersimpan di bank sentral mencapai 161 ton, dengan nilai sekitar USD 22,5 miliar berdasarkan harga pasar terkini. Angka tersebut menempatkan Venezuela di posisi teratas kawasan Amerika Latin dalam kepemilikan emas negara.
Menariknya, setiap kenaikan harga emas global sebesar USD 100 per ons, nilai cadangan emas resmi Venezuela otomatis bertambah sekitar USD 518 juta. Dan itu baru emas yang telah tersimpan di brankas negara.
Orinoco Mining Arc: Harta Karun di Dalam Tanah
Di luar cadangan resmi, Venezuela menyimpan potensi yang jauh lebih besar melalui kawasan Orinoco Mining Arc, sebuah wilayah tambang raksasa yang membentang di selatan negara itu. Berdasarkan berbagai estimasi geologi, kawasan ini diyakini mengandung hingga 10.000 ton emas yang belum ditambang.
Dengan asumsi harga emas global sekitar USD 4.360 per ons, nilai emas yang masih terkubur di wilayah Orinoco diperkirakan mencapai USD 1,4 triliun. Angka ini menjadikan Venezuela salah satu negara dengan potensi kekayaan mineral terbesar di dunia, bukan hanya di Amerika Latin.
Selain emas, kawasan Orinoco juga menyimpan mineral strategis lain seperti coltan dan rare earth elements, yang sangat dibutuhkan industri teknologi modern.
Coltan dan Rare Earth: Senjata Ekonomi Abad 21
Coltan merupakan bahan utama dalam pembuatan perangkat elektronik, termasuk ponsel pintar, laptop, dan baterai kendaraan listrik. Nilai cadangan coltan Venezuela diperkirakan melampaui USD 100 miliar, menjadikannya aset strategis dalam persaingan industri global.
Rare earth elements juga memainkan peran krusial dalam teknologi pertahanan, energi terbarukan, dan manufaktur canggih. Dengan kata lain, Venezuela bukan hanya kaya sumber daya, tetapi juga menguasai bahan baku masa depan ekonomi dunia.
Hal ini menjelaskan mengapa isu Venezuela tak pernah lepas dari tarik-menarik kepentingan global.
Mengapa Emas Kini Lebih Penting dari Minyak?
Dalam konteks ekonomi dan geopolitik terkini, emas dinilai jauh lebih strategis dibanding minyak. Infrastruktur minyak Venezuela dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat sanksi, kurangnya perawatan, dan konflik berkepanjangan.
Diperkirakan, dibutuhkan USD 58 miliar hanya untuk membangun kembali infrastruktur minyak Venezuela agar bisa beroperasi optimal. Pipa-pipa tua, kilang rusak, dan teknologi usang membuat proses pemulihan sektor minyak memakan waktu bertahun-tahun.
Sebaliknya, emas memiliki keunggulan besar:
- Sudah tersedia secara fisik di brankas bank sentral
- Bersifat likuid
- Bisa langsung digunakan sebagai jaminan keuangan
- Tidak membutuhkan waktu produksi
Inilah sebabnya emas sering disebut sebagai “instant balance sheet” bagi negara yang mengalami krisis.
Emas sebagai Kunci Rekonstruksi Venezuela
Jika terbentuk pemerintahan transisi yang diakui secara internasional, emas Venezuela berpotensi menjadi instrumen utama untuk:
- Menjadi jaminan (collateral) pinjaman IMF
- Membiayai rekonstruksi ekonomi
- Melakukan restrukturisasi utang luar negeri
Fakta lain yang menarik perhatian dunia adalah sekitar USD 1,8 miliar emas Venezuela yang sejak 2018 dibekukan di Bank of England akibat konflik politik dan sanksi internasional. Hambatan hukum tersebut diyakini dapat hilang jika terjadi perubahan rezim yang diakui negara-negara Barat.
Pernyataan Wakil Presiden: “Bukan Cuma Minyak”
Wakil Presiden Venezuela secara terbuka pernah menyatakan bahwa perubahan rezim memungkinkan pihak asing untuk menguasai energi, mineral, dan sumber daya alam Venezuela.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa kepentingan global terhadap Venezuela tidak hanya soal minyak, tetapi juga emas, coltan, dan mineral strategis lainnya.
“Catat: mineral. Bukan hanya minyak,” demikian penekanan yang sering digaungkan pejabat Venezuela dalam berbagai forum internasional.
Momentum Harga Emas Global
Kondisi pasar global turut memperkuat posisi emas Venezuela. Sepanjang 2025, harga emas melonjak sekitar 65%, mencatatkan performa terbaik sejak 1979. Beberapa lembaga keuangan besar, termasuk Bank of America, bahkan memproyeksikan harga emas bisa mencapai USD 5.000 per ons.
Risiko geopolitik global, konflik bersenjata, serta ketidakpastian ekonomi menjadi faktor utama yang memberikan premium tambahan pada harga emas.
Dalam situasi ini, emas Venezuela bukan sekadar aset alam, melainkan instrumen geopolitik kelas dunia.
Venezuela bukan hanya negara kaya minyak, tetapi juga pemilik cadangan emas terbesar di Amerika Latin dan salah satu potensi mineral terbesar di dunia. Dengan emas yang sudah tersimpan di brankas, cadangan raksasa di Orinoco, serta kekayaan coltan dan rare earth, Venezuela memegang aset yang jauh lebih strategis dari sekadar energi fosil.
Tak heran jika Venezuela terus menjadi pusat perhatian geopolitik global. Di balik konflik, sanksi, dan narasi politik, tersimpan harta karun mineral yang mampu mengubah peta kekuatan ekonomi dunia.