
Kronologi Singkat Longsor dan Pencarian
SpesialBerita,- Pada malam 13 November 2025, wilayah Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah — khususnya Dusun Cibuyut dan Tarukahan — diterjang longsor hebat usai hujan lebat. Material tanah dan batu menimbun permukiman sehingga menyebabkan kerusakan rumah dan menimbulkan korban jiwa.
Tim SAR gabungan bersama relawan, aparat lokal, dan organisasi kemanusiaan kemudian dikerahkan untuk evakuasi dan pencarian korban. Hingga awal pencarian, puluhan orang dilaporkan hilang. Pada Sabtu (15/11/2025), delapan jenazah berhasil dievakuasi, termasuk anak dan dewasa. Lalu pada Minggu (16/11/2025) korban terus ditemukan, salah satunya atas nama Kasrinah (47).
Secara resmi, kantor SAR menyebut jumlah korban meninggal meningkat menjadi 13 orang — dengan kemungkinan masih ada korban hilang. Karena cuaca tak stabil dan medan sulit, operasi pencarian pun diperpanjang demi memberi harapan bagi warga dan keluarga korban.
Di tengah upaya itu — duka, kesedihan, dan harapan — muncullah sosok yang kemudian menjadi viral di media sosial: seorang pemuda yang disebut “indigo”, bernama Rival Altaf.
Siapa Rival Altaf dan Klaim “Indigo”-nya
Rival Altaf — remaja asal desa sekitar — muncul di lokasi bencana bersama tim SAR dan relawan. Ia dikabarkan mengaku memiliki kemampuan “indra keenam”, atau lebih luas dikenal sebagai “indigo”: kemampuan non-ilmiah untuk merasakan atau melihat sesuatu di luar indera biasa.
Menurut laporan media, Rival beberapa kali menunjuk titik-titik di area longsor yang kemudian digali oleh tim SAR — dan menurut klaim, sejumlah titik itu ternyata berisi korban. Satu akun media sosial (TikTok) yang diunggah ke publik menunjukkan interaksi antara Rival dan petugas, dengan salah satu petugas dikutip: “Ini yang membantu relawan menemukan korban longsor.”
Warganet menanggapi dengan beragam reaksi: ada yang memuji keberanian dan klaim keakuratannya, ada juga yang skeptis. Salah satu komentar berbunyi:
“Mau dia asal nebak atau tidak, dia lebih mulia karena langsung ke lokasi membantu, sedangkan kita hanya bisa mengomentari postingan ini.”
Media lokal menulis bahwa keberadaan Rival memberi “perspektif berbeda” dalam pencarian — meskipun metode ini tidak bersifat ilmiah dan tidak digunakan sebagai acuan utama.
Faktual vs Klaim: Apa yang Diketahui Tim SAR & Media
Perlu digarisbawahi: pencarian korban longsor di Cilacap terutama dilakukan dengan metode profesional: evakuasi manual, alat berat (jika memungkinkan), anjing pelacak, dan koordinasi SAR + relawan + pemerintahan lokal.
Beberapa media sempat menulis bahwa ketika kondisi medan sulit dan akses terbatas, beberapa warga atau relawan mencari alternatif — seperti mendengarkan “suara”, “bisikan”, atau “indra kepekaan” dari individu yang diklaim punya kemampuan spiritual. Dalam konteks ini, kehadiran Rival disebut sebagai salah satu upaya tambahan.
Namun, media juga mencatat bahwa pihak SAR dan sebagian relawan tetap berhati-hati: mereka tidak menjadikan klaim spiritual sebagai rujukan tunggal, melainkan sebagai petunjuk tambahan — jika memungkinkan diverifikasi dengan alat dan metode standar.
Dengan demikian, keberhasilan menemukan korban sebagian besar tetap melalui prosedur resmi dan kerja keras tim SAR, bukan semata-mata karena klaim “indra keenam”.
Reaksi Publik dan Viral di Media Sosial
Sejak video dan kisah Rival menyebar — baik lewat TikTok maupun liputan media — publik bereaksi cepat. Banyak yang penasaran, terkejut, atau bahkan terbagi antara percaya dan meragukan. Beberapa komentar memuji tindakan Rival sebagai bentuk solidaritas dan keberanian di tengah duka — “lebih mulia karena langsung turun ke lokasi bantu,” tertulis di salah satu unggahan.
Media juga ramai membahas: laporan-laporan tentang “remaja indigo membantu pencarian” muncul di berbagai portal, dari yang menulis dengan nada optimis, sampai yang mengingatkan bahwa metode ini tidak bisa dijadikan bukti. Salah satu narasumber—anggota tim relawan—mengungkap bahwa kehadiran Rival memberi “petunjuk tambahan”, tapi tidak dijadikan dasar pencarian utama.
Kontroversi tetap ada. Di satu sisi, masyarakat yang kehilangan berharap, dan melihat tindakan Rival sebagai harapan tambahan. Di sisi lain, skeptisme dari pihak ilmiah dan sebagian warga — karena klaim seperti “indra keenam” sulit diuji dan diverifikasi secara objektif.
Mengapa Kisah Ini Menarik dan Penting — Dari Sudut Sosial & Kemanusiaan
- Refleksi atas keadaan darurat & keterbatasan akses
Longsor di Cilacap menunjukkan betapa fatal dampak alam pada daerah rawan — penghuni, rumah, akses jalan, semua bisa lenyap dalam sekejap. Saat akses darat tertutup, jalur darurat pun sangat dibutuhkan. Kehadiran individu seperti Rival sebenarnya menunjukkan betapa warga dan relawan ingin membantu, bahkan lewat cara apapun, demi harapan tersisa. - Ketegangan antara rasionalitas ilmiah dan kepercayaan spiritual
Dalam situasi krisis, keyakinan dan harapan sering muncul. Kisah Rival memicu perdebatan: apakah mempercayakan petunjuk spiritual wajar, atau sangat berisiko? Ini menggambarkan bagaimana masyarakat Indonesia — dengan kemajemukan budaya dan kepercayaan — sering bergulat antara keilmiahan dan spiritualitas dalam menghadapi bencana. - Nilai kemanusiaan & gotong royong
Terlepas dari klaim benar-salah tentang “indra keenam”, aksi Rival (bersama relawan dan tim SAR lain) menunjukkan bahwa dalam bencana, banyak orang rela turun tangan tanpa pamrih. Solidaritas seperti ini penting, terutama di tengah kondisi darurat dan duka. - Tantangan metodologi pencarian & transparansi informasi
Ketika media mengangkat isu “indigo” dalam pencarian korban, otomatis muncul harapan, tapi juga keraguan. Agar proses pencarian tetap kredibel dan adil, pihak SAR dan media harus transparan: mana hasil pencarian murni berdasarkan prosedur, mana berdasarkan petunjuk tambahan. Publik perlu paham batasan antara fakta dan klaim.
Kisah Rival — Antara Harapan, Skeptisisme, dan Realitas
Kasus di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap membawa duka besar bagi banyak keluarga — korban jiwa, kerusakan rumah, pengungsian, kerugian materiil dan non-materiil. Di tengah penderitaan itu, muncul kisah seorang remaja, Rival Altaf, yang diklaim memiliki “kemampuan indigo” dan dipercaya membantu menemukan korban tertimbun. Kisah ini viral, menuai pujian sekaligus keraguan.
Namun penting untuk diingat bahwa pencarian korban longsor tetap dilakukan oleh tim SAR profesional, dengan metode standar, alat, dan dukungan banyak pihak. Klaim spiritual hanyalah elemen tambahan yang — kalaupun benar — tidak bisa menggantikan prosedur resmi.
Kisah Rival mengingatkan kita pada dua hal: betapa besar rasa kemanusiaan dan solidaritas di masyarakat; dan betapa pentingnya sikap kritis serta transparansi di masa krisis. Di saat tangis dan harapan bercampur, kita butuh fakta — dan empati.
1 thought on “Bocah “Indigo” di Tengah Duka Longsor – Rival Altaf”