
SpesialOlahraga,- Isu besar tengah mengguncang dunia sepak bola Eropa. Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, disebut-sebut mempertimbangkan tawaran luar biasa — sekitar €10 miliar (setara ratusan triliun rupiah) — untuk mengambil alih salah satu klub legenda La Liga, FC Barcelona. Rumor ini mencuat dari laporan media Spanyol dan langsung menarik perhatian global karena implikasinya terhadap masa depan klub asal Catalonia itu.
Latar Belakang Rumor Akuisisi
Spekulasi tentang minat Arab Saudi muncul melalui komentar jurnalis François Gallardo di program sepak bola El Chiringuito yang sangat populer di Spanyol. Menurut komentarnya, Mohammed bin Salman siap menyiapkan tawaran €10 miliar untuk membeli Barcelona — sebuah angka yang akan menjadi salah satu transaksi olahraga terbesar sepanjang sejarah.
Nilai tersebut tidak hanya akan melunasi utang klub yang terus membebani keuangan — diperkirakan lebih dari €2,5 miliar — tetapi juga memberi kapitalisasi besar terhadap eksistensi klub di level komersial dan operasional.
Dana yang disebutkan ini sangat besar jika dibandingkan dengan pendapatan rata-rata klub top Eropa. Tawaran semacam itu menunjukkan ambisi Arab Saudi dalam meningkatkan pengaruhnya di dunia olahraga melalui investasi finansial besar.
Kendala Besar: Struktur Kepemilikan Barcelona
Meski laporan tersebut memicu kegembiraan, realitasnya jauh lebih kompleks. Faktor utama yang membuat akuisisi penuh nyaris mustahil adalah struktur kepemilikan Barcelona itu sendiri. Klub yang didirikan pada 1899 ini tidak dimiliki oleh satu orang atau korporasi, melainkan oleh anggota klub atau “socios” yang berjumlah ratusan ribu.
Di bawah model ini, setiap keputusan besar — termasuk perubahan kepemilikan — harus disetujui oleh para anggota, bukan ditentukan oleh pemilik tunggal. Struktur ini telah menjadi ciri khas Barcelona dan klub-klub besar seperti Real Madrid, yang juga dimiliki oleh anggota klub secara kolektif.
Akibat struktur ini, bahkan tawaran finansial terbesar pun belum tentu dapat memberikan kendali penuh kepada investor luar. Barcelona secara hukum tidak bisa secara langsung “dibeli” jika anggota klub menolak perubahan struktur tersebut.
Opsi Investasi Alternatif
Walaupun pengambilalihan total terlihat tidak realistis dalam sistem saat ini, sumber-sumber menyebutkan kemungkinan bentuk kerja sama lain. Misalnya, Dana Investasi Publik Arab Saudi (Public Investment Fund/PIF) — yang memang sudah aktif berinvestasi dalam sepak bola global — bisa mempertimbangkan penanaman modal pada aspek komersial atau hiburan klub, tanpa memegang kontrol operasional harian tim.
Skema seperti ini mirip dengan pendekatan yang pernah dibicarakan dalam kasus klub besar lain, di mana investasi difokuskan pada divisi bisnis, media, atau hak siar, sementara aspek olahraga tetap dijalankan oleh manajemen klub yang dipilih anggota.
Saudi Arabia dan Strategi Olahraga Globalnya
Intervensi semacam ini bukan hal baru bagi Arab Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut memang tengah aktif memperluas peranannya di olahraga global. Strategi investasi ini muncul di berbagai sektor — dari pembelian klub asing sampai menjadi tuan rumah acara olahraga internasional besar.
Salah satu contoh nyata adalah investasi besar PIF yang telah mengambil alih kepemilikan mayoritas Newcastle United di Liga Inggris. Kepemilikan ini menjadikan klub tersebut salah satu dari sedikit contoh klub Inggris di bawah kekuatan dana kedaulatan Arab Saudi.
Pendekatan semacam ini merupakan bagian dari tujuan ekonomi jangka panjang Saudi untuk mendiversifikasi pendapatan di luar minyak, sekaligus meningkatkan soft power melalui olahraga dan budaya global.
Reaksi Publik dan Fans
Respons dari komunitas penggemar Barcelona sendiri beragam. Banyak fans merasa bangga dengan warisan panjang klub yang berakar kuat pada komunitas dan budaya Catalonia — sesuatu yang bisa hilang jika klub benar-benar berada di bawah kendali investor asing. Di sisi lain, ada juga pendukung yang terlihat terbuka terhadap solusi finansial yang dapat menstabilkan klub secara ekonomi, terutama setelah beberapa tahun mengalami tekanan finansial dan performa yang tidak konsisten.
Spekulasi, Realitas, atau Keduanya?
Kabar bahwa Arab Saudi ingin membeli Barcelona dengan angka sekitar €10 miliar benar-benar beredar luas dan mendapat perhatian di media internasional. Namun, menurut sumber yang kredibel, realisasi akuisisi secara penuh masih sangat tidak mungkin — bukan karena kekurangan finansial, tapi karena struktur kepemilikan Barca yang unik dan kuat.
Yang mungkin terjadi ke depan bukanlah akuisisi penuh, melainkan bentuk kerja sama yang lebih halus, seperti investasi di unit bisnis tertentu. Namun sejauh ini, Barcelona tetap berpijak pada sistem yang menjunjung tinggi kontrol anggotanya sendiri.
1 thought on “Arab Saudi Dikabarkan Tertarik Akuisisi Barcelona senilai €10 Miliar”