
SpesialGosip,- Sebuah insiden kekerasan kembali mengguncang kawasan wisata malam Pattaya, Thailand. Seorang turis asal India dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok waria yang diduga merupakan pekerja seks transgender. Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari dan dipicu oleh perselisihan terkait pembayaran jasa seksual yang disebut telah diterima korban.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang melibatkan wisatawan di kawasan hiburan malam Pattaya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata internasional paling ramai di Thailand.
Kejadian di Kawasan Ikonik Walking Street
Berdasarkan laporan yang dilansir dari media lokal Thailand, Thaiger, dan dikutip oleh detikTravel, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada 27 Desember 2025 sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Lokasi kejadian berada di dekat pintu masuk Walking Street, kawasan hiburan malam paling terkenal di Pattaya yang dipadati wisatawan asing.
Petugas penyelamat dari Yayasan Sawang Borriboon Dhammastan menerima laporan adanya seorang turis asing yang menjadi korban penyerangan. Setibanya di lokasi, tim menemukan korban dalam kondisi terluka dengan darah terlihat di wajah dan bagian belakang kepala.
Korban diketahui bernama Raj Jasuja, seorang pria berusia 52 tahun berkewarganegaraan India.
Korban Alami Luka di Wajah dan Kepala
Raj Jasuja langsung dievakuasi oleh tim penyelamat ke Rumah Sakit Pattamakun untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Berdasarkan keterangan awal, korban mengalami sejumlah luka memar dan lecet akibat pukulan benda tumpul serta dugaan pengeroyokan oleh lebih dari satu orang.
Meski tidak dilaporkan mengalami luka yang mengancam nyawa, kondisi korban sempat memprihatinkan karena serangan terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan beberapa pelaku sekaligus.
Hingga kini, pihak rumah sakit belum merilis keterangan resmi terkait kondisi terbaru korban setelah menjalani perawatan.
Kesaksian Warga: Terjadi Cekcok dan Kejar-kejaran
Salah satu saksi mata di lokasi kejadian, seorang pria bernama Phongpon, mengungkapkan bahwa ia melihat korban terlibat adu mulut dengan beberapa waria yang diduga bekerja sebagai pekerja seks di kawasan tersebut.
“Saya melihat pria India itu berdebat dengan beberapa waria di dekat pintu pejalan kaki. Mereka terlihat saling berteriak, lalu terjadi kejar-kejaran,” ujar Phongpon kepada media lokal.
Menurut saksi, cekcok tersebut berlangsung cukup panas sebelum akhirnya berujung pada aksi kekerasan. Dalam situasi yang kacau itu, korban diduga terjatuh dan kemudian diserang secara bersamaan oleh sekelompok pelaku.
Diduga Dipicu Penolakan Membayar Tarif
Berdasarkan informasi awal yang beredar, insiden pengeroyokan ini diduga dipicu oleh penolakan korban untuk membayar jasa seksual yang telah ia terima. Perselisihan tarif disebut menjadi awal mula pertengkaran antara korban dan para pelaku.
Namun demikian, hingga saat ini pihak kepolisian Thailand belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi secara detail kronologi maupun kesepakatan awal antara korban dan para pekerja seks tersebut.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta yang sebenarnya, termasuk apakah terjadi pelanggaran hukum lain seperti pemerasan, kekerasan terencana, atau kesalahpahaman yang berujung fatal.
Pattaya dan Kompleksitas Wisata Malam
Pattaya dikenal sebagai salah satu pusat wisata malam terbesar di Asia Tenggara. Kawasan Walking Street menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara dengan deretan bar, klub malam, dan hiburan dewasa yang beroperasi hingga pagi hari.
Namun di balik gemerlapnya, kawasan ini juga kerap menghadapi persoalan serius seperti kekerasan, penipuan, dan konflik antara wisatawan dan pekerja hiburan malam.
Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Thailand berupaya meningkatkan pengawasan dan keamanan, terutama di area yang kerap menjadi lokasi keributan. Meski demikian, tingginya interaksi antara wisatawan dan pekerja hiburan malam tetap menyisakan potensi konflik, terutama ketika terjadi kesalahpahaman terkait transaksi jasa.
Polisi Selidiki dan Buru Pelaku
Pihak kepolisian Pattaya dikabarkan telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan tengah melakukan penyelidikan. Aparat berupaya mengidentifikasi para pelaku melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertanggungjawaban hukum dan mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat mencoreng citra pariwisata Thailand.
Polisi juga mengimbau wisatawan asing agar lebih berhati-hati saat berada di kawasan hiburan malam dan memahami risiko yang mungkin timbul dari aktivitas di area tersebut.
Peringatan bagi Wisatawan Asing
Kasus pengeroyokan terhadap Raj Jasuja menjadi pengingat penting bagi wisatawan asing untuk selalu menjaga kewaspadaan, menghormati hukum setempat, serta menghindari situasi berisiko tinggi.
Pakar pariwisata menilai bahwa edukasi kepada wisatawan mengenai budaya lokal, aturan hukum, dan potensi bahaya di kawasan hiburan malam perlu terus ditingkatkan. Di sisi lain, perlindungan terhadap semua pihak, baik wisatawan maupun pekerja lokal, juga harus menjadi perhatian utama pemerintah setempat.
Insiden pengeroyokan turis India oleh sekelompok waria di Pattaya menyoroti sisi gelap industri wisata malam yang kerap luput dari perhatian. Dugaan konflik akibat tarif jasa seks yang berujung kekerasan menjadi alarm bagi otoritas dan pelaku industri pariwisata untuk memperbaiki sistem pengawasan dan perlindungan hukum.
Sementara proses hukum masih berjalan, publik menanti langkah tegas aparat Thailand dalam menuntaskan kasus ini secara transparan dan adil. Di tengah upaya memulihkan pariwisata pascapandemi, keamanan wisatawan tetap menjadi faktor krusial yang tak boleh diabaikan.