
Viral Taman Ekspresi Sempur Bogor Jadi Tempat Dugem, Pemkot Tegaskan Tak Ada Izin
SpesialGosip,- Taman Ekspresi yang berada di kawasan Lapangan Sempur, Kota Bogor, mendadak menjadi sorotan publik. Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan suasana taman yang berubah layaknya tempat hiburan malam, lengkap dengan musik DJ (disc jockey) yang diputar cukup keras. Video tersebut langsung menuai berbagai reaksi dari masyarakat, mulai dari kritik hingga kekhawatiran soal fungsi ruang publik.
Taman Ekspresi selama ini dikenal sebagai ruang terbuka hijau dan tempat berkumpul masyarakat, khususnya bagi pelaku seni jalanan dan pengamen. Namun, kemunculan aktivitas musik DJ yang identik dengan dugem dinilai menyimpang dari tujuan awal keberadaan taman tersebut.
Wakil Wali Kota Bogor Beri Teguran
Menanggapi viralnya video tersebut, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa penggunaan musik DJ di Taman Ekspresi bukanlah bagian dari konsep yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Bogor.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Jenal menjelaskan bahwa Taman Ekspresi sejatinya dibuat sebagai wadah pembinaan bagi para pengamen jalanan. Tujuannya adalah agar mereka bisa mengekspresikan bakat musik secara lebih tertib dan positif.
“Tujuan utama Taman Ekspresi adalah pembinaan para pengamen jalanan dengan bermain musik alternatif dari kegiatan ngamen,” tulis Jenal Mutaqin.
Ia menilai bahwa aktivitas musik DJ yang viral tersebut telah melenceng dari konsep pembinaan dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Disperumkim Tegaskan Tak Pernah Beri Izin
Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor turut memberikan klarifikasi. Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan pemutaran musik DJ atau dugem di Taman Ekspresi.
“Tidak ada izin untuk musik dugem. Jadi itu sudah dipastikan tidak berizin,” tegas Devi.
Menurutnya, segala bentuk aktivitas di ruang publik, khususnya taman kota, harus sesuai dengan aturan dan peruntukannya. Kegiatan yang bersifat hiburan malam, apalagi menyerupai dugem, jelas tidak masuk dalam konsep Taman Ekspresi.
Satpol PP Lakukan Penelusuran
Sementara itu, Plt Kasatpol PP Kota Bogor, Rahmat Hidayat, mengatakan pihaknya tengah melakukan penelusuran terkait keberadaan pemain musik DJ dalam video viral tersebut. Ia memastikan Satpol PP tidak tinggal diam dan akan menindaklanjuti kejadian ini.
“Iya, lagi dilacak sama anak-anak. Itu kejadian lama, bukan tadi malam. Tadi malam tidak ada acara DJ-DJ seperti itu,” ujar Rahmat kepada Radar Bogor.
Rahmat juga menegaskan bahwa apabila dalam kegiatan tersebut ditemukan pelanggaran lain, seperti penjualan minuman keras (miras), maka sanksi tegas akan diberlakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Apalagi kalau kedapatan menjual miras, bisa kena Tipiring sebesar Rp50 juta dan kurungan badan tiga bulan. Kami akan sidang dulu mereka,” pungkasnya.
Ruang Publik Harus Dijaga Fungsinya
Kasus viral ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap ruang publik. Taman kota seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah untuk semua kalangan, termasuk anak-anak dan keluarga. Aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dinilai perlu dicegah sejak awal.
Sebagian warga Bogor juga menyayangkan kejadian tersebut. Mereka berharap Taman Ekspresi tetap difungsikan sesuai tujuan awal, yakni sebagai ruang kreatif dan sarana pembinaan seni, bukan berubah menjadi tempat hiburan malam dadakan.
Evaluasi ke Depan
Pemerintah Kota Bogor berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Koordinasi antarinstansi, termasuk Disperumkim dan Satpol PP, akan diperkuat untuk memastikan setiap aktivitas di ruang publik berjalan sesuai aturan.
Viralnya Taman Ekspresi Sempur menjadi pelajaran penting bahwa pengelolaan ruang publik membutuhkan pengawasan konsisten, agar fungsi sosial dan edukatifnya tetap terjaga.
1 thought on “Taman Ekspresi: Niatnya Bina Pengamen, Malah Viral Dugem”