
SpesialOlahraga,- Skuad Timnas Indonesia U-22 menutup rangkaian uji coba melawan Mali U-22 dengan hasil imbang 2-2 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa malam. Meskipun belum bisa memperbaiki kekalahan telak 0-3 pada pertemuan pertama, performa Garuda Muda menunjukkan perkembangan signifikan dalam persiapan mereka menuju SEA Games 2025 di Thailand, 3-18 Desember mendatang.
Pelatih Indra Sjafri menegaskan bahwa uji coba ini bukan hanya soal hasil akhir, melainkan proses membangun tim. “Sesuai dengan apa yang kita rancang, uji coba ini adalah bagian dari membangun tim … bukan untuk hari ini atau kemarin,” katanya.
Peningkatan Permainan yang Terlihat
Banyak pengamat mencatat perubahan nyata dalam cara bermain Indonesia U-22. Seperti yang diulas oleh portal Bola.net, dua gol Indonesia dicetak oleh Mauro Zijlstra dan Rafael Struick, menunjukkan bahwa lini depan dan perilaku serangan tim mulai menemukan ritme lebih baik.
Pengamat sepak bola senior, Gusnul Yakin, memuji kinerja lini tengah dan serangan tim:
- “Koordinasi antarlini mulai jalan, meski belum seratus persen sempurna. Kekurangan sedikit ini bisa diperbaiki dalam sisa waktu yang ada.”
- “Pertahanan makin solid dan tenang menghadapi tekanan lawan. Lini tengah sangat mobil dan punya daya juang menguasai sektor ini. Variasi serangan juga tambah bagus. Terutama keberanian masuk kotak penalti.”
Tantangan yang Masih di Depan
Meskipun tampil lebih baik, masih ada catatan yang harus diperbaiki. Pelatih Indra Sjafri mengakui adanya “error yang terjadi dan termasuk juga hari ini ada kesalahan-kesalahan yang akhirnya kita juga kebobolan.”
Salah satu catatan penting adalah pemilihan tandem yang tepat bagi lini tengah. Jika terlalu mengandalkan Ivar Jenner saja, maka tim bisa rentan pada sektor tersebut. Menurut Gusnul Yakin, “Perlu dicari tandem Ivar Jenner. Kalau sektor tengah hanya mengandalkan dia akan mudah dipatahkan lawan di SEA Games nanti.”
Harapan & Target ke depan
Hasil imbang 2-2 ini dipandang sebagai modal penting jelang SEA Games. Pelatih Mali U-22, Fousseni Diawara, bahkan memberi pujian kepada Indonesia yang dinilai “bermain efektif” dan “menghukum” kesalahan lawan.
Dengan modal ini, harapan untuk mempertahankan medali emas menjadi lebih realistis. Peluang itu mendapat dukungan penuh dari media dan pengamat, dengan catatan tim masih harus menjaga konsistensi dan memperbaiki detail teknis.