
SpesialEkonomi,- Sebuah insiden besar baru-baru ini mengguncang dunia logistik dan teknologi ketika sebuah kapal kargo milik Evergreen Marine dilaporkan kehilangan sekitar 50 kontainer di lepas pantai Pelabuhan Callao, Peru. Kejadian ini menimbulkan spekulasi luas bahwa muatan yang hilang termasuk hingga 500.000 unit iPhone 17 Series — sebuah kabar yang menjadi viral dan menimbulkan kecemasan terkait rantai pasok global dan dampak lingkungan.
Kronologi Insiden
Menurut otoritas pelabuhan Callao dan laporan Evergreen, peristiwa bermula pada 1 Agustus 2025 ketika kapal Ever Lunar, berbendera Taiwan, yang dioperasikan oleh Evergreen, mengalami “severe rolling” (goncangan ekstrem) saat berlabuh di teluk Callao. Cuaca buruk dan gelombang tinggi dianggap sebagai penyebab utama, yang kemudian membuat sekitar 50 kontainer terlepas dari kapal dan jatuh ke laut.
Evergreen sendiri merilis pernyataan bahwa pihaknya telah melaporkan insiden tersebut kepada otoritas lokal dan sedang melakukan operasi penyelamatan.Tim penyelamat, termasuk perusahaan salvage khusus, dikerahkan bersama kapal patroli untuk menandai kontainer yang terapung, dan mempersiapkan pengangkatan.
Isu iPhone 17: Fakta atau Spekulasi?
Klaim bahwa kontainer yang hilang berisi 500 ribu unit iPhone 17 awalnya viral di media sosial dan diangkat oleh sejumlah situs berita lokal. Salah satunya menyatakan batch ini sebagai bagian dari distribusi awal iPhone 17 ke berbagai negara.
Namun, dari sisi pelayaran, belum ada konfirmasi publik terbuka dari Evergreen atau Apple yang menyatakan bahwa kontainer yang hilang memang memuat iPhone. Menurut laporan profesional industri logistik, kontainer yang jatuh diperkirakan sebagian besar berisi barang plastik, bukan muatan elektronik berbahaya.
Kerugian Ekonomi dan Risiko Rantai Pasok
Jika klaim setengah juta iPhone tersebut benar, potensi kerugian finansial sangat besar. Ini bisa menjadi salah satu insiden kerugian teknologi terbesar di laut dalam sejarah rantai pasokan global, terutama setelah peluncuran iPhone generasi baru. Beberapa analis memperingatkan bahwa ketersediaan stok iPhone 17 di negara-negara penerima bisa terganggu, memicu keterlambatan pengiriman dan kekhawatiran harga.
Netizen pun bereaksi dengan campuran kekhawatiran dan humor. Beberapa pengguna media sosial menyindir bahwa “dugong duluan yang pakai iPhone 17,” sementara yang lain bercanda hendak pergi ke pantai Peru untuk “menyelam barang pesanan mereka.”
Dampak Lingkungan: Ancaman Baru Elektronik di Laut
Selain kerugian ekonomi, isu lingkungan menjadi sangat penting. Jika benar iPhone dalam jumlah besar terperangkap di dasar laut, terdapat risiko kontaminasi ekosistem laut. Komponen seperti baterai lithium atau logam berat dalam perangkat elektronik bisa mengancam flora dan fauna laut jika tidak ditangani dengan benar.
Para pemerhati lingkungan menyerukan agar operasi penyelamatan dan pemulihan muatan dilakukan segera dan transparan, agar potensi polusi dapat diminimalkan.
Tantangan Operasi Pencarian
Otoritas pelabuhan Peru dan tim Evergreen menghadapi sejumlah tantangan dalam operasi penyelamatan. Arus laut yang kuat, kedalaman lokasi kontainer tenggelam, dan cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan besar. Meski beberapa titik telah dipetakan, keberhasilan pemulihan diperkirakan bergantung pada kondisi alam dan perlengkapan salvage yang digunakan.
Respons dan Investigasi
Evergreen menyatakan komitmennya untuk bekerja sama penuh dengan otoritas lokal dalam investigasi kejadian ini. Mereka juga berjanji untuk mengevakuasi muatan yang bisa diangkat dari laut dan pantai, sesuai instruksi pihak berwenang.
Sementara itu, analis logistik menyerukan evaluasi ulang prosedur pengikatan kontainer (lashing), pemantauan stabilitas kapal secara real-time, serta protokol kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem, untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Kesimpulan: Pelajaran dari Lautan
Insiden hilangnya ratusan juta dolar muatan diduga iPhone 17 ini menjadi pengingat keras bahwa rantai pasok global, meskipun tampak mulus dan sangat terorganisir, tetap rentan terhadap gangguan alam. Badai dan gelombang laut bisa menjadi musuh terbesar dalam logistik maritim, bahkan bagi barang seharga miliaran.
Di sisi lain, tragedi ini membuka pintu diskusi lebih besar tentang tanggung jawab lingkungan. Sebuah kecelakaan logistik kini bukan sekadar soal stok dan keuntungan, tetapi juga soal dampak ekologis jangka panjang.
Publik internasional kini menunggu perkembangan resmi dari Apple dan Evergreen: apakah muatan benar-benar berisi iPhone 17 dalam jumlah raksasa, atau hanya rumor yang beredar di media sosial. Sementara itu, operasi penyelamatan dan investigasi terus berjalan, dan dunia memperhatikan — karena dari kedalaman laut, mungkin ada pelajaran besar bagi masa depan rantai pasok global.