
SpesialBerita,- Internet global sempat mengalami gangguan besar pada Selasa malam (18/11/2025) ketika Cloudflare—salah satu tulang punggung infrastruktur keamanan dan distribusi lalu lintas dunia—mengalami kerusakan internal yang berdampak luas. Insiden ini memutus akses jutaan pengguna ke layanan digital, mulai dari platform media sosial, aplikasi kecerdasan buatan, hingga layanan transportasi.
Gangguan pertama tercatat sekitar pukul 18.40 WIB, ketika Cloudflare melaporkan terjadinya service degradation di beberapa bagian jaringan mereka. Dalam beberapa menit, keluhan melonjak drastis dari berbagai negara, terutama melalui situs pemantau gangguan DownDetector, yang ironisnya juga ikut tersendat akibat besarnya lonjakan trafik.
Pengguna yang mencoba mengakses situs berbasis Cloudflare disambut pesan “internal server error on Cloudflare’s network”. Platform besar seperti X (sebelumnya Twitter), ChatGPT, Canva, Grindr, Letterboxd, hingga layanan publik seperti NJ Transit di AS mengalami gangguan yang hampir bersamaan. Data Reuters menyebut lebih dari 5.600 laporan gangguan datang dari pengguna X hanya di Amerika Serikat.
Penyebab: Bukan Serangan Siber, Melainkan Kegagalan Internal
Cloudflare merilis beberapa pembaruan status seiring proses investigasi. Perusahaan menyatakan telah menemukan gejala awal berupa lonjakan trafik tak biasa yang mulai terjadi sekitar pukul 11.20 UTC. Lonjakan tersebut memicu kegagalan di beberapa rute internal dan mengacaukan proses penanganan permintaan.
Laporan mendalam dari Financial Times mengungkap bahwa akar masalah kemungkinan besar berasal dari file konfigurasi otomatis untuk sistem penyaring ancaman yang bertumbuh terlalu besar dan melebihi batas yang diprediksi. Ketika sistem tersebut gagal melakukan sinkronisasi, sebagian layanan Cloudflare ikut berhenti bekerja.
Sementara itu, Guardian menyebut tidak ada indikasi adanya serangan luar. Cloudflare menegaskan bahwa insiden ini bukan akibat peretasan maupun aktivitas berbahaya lainnya, melainkan kesalahan internal yang berdampak ke jutaan pengguna di seluruh dunia.
Dampak Beruntun: Dari Media Sosial hingga Pasar Saham
Skala gangguan yang meluas memperlihatkan betapa pentingnya peran Cloudflare dalam ekosistem internet global. Sebagai penyedia layanan CDN, firewall, dan sistem keamanan berbasis cloud, Cloudflare menangani lalu lintas data dari ribuan situs dan aplikasi besar di berbagai sektor.
Ketika satu elemen sistem tersebut bermasalah, efek dominonya sangat cepat.
- Situs hiburan dan review film seperti Letterboxd sempat tak dapat diakses.
- Aplikasi kreatif seperti Canva dan layanan kencan Grindr turut mengalami error.
- Layanan transportasi, seperti NJ Transit, melaporkan gangguan dalam akses informasi daring.
- Aplikasi populer berbasis AI seperti ChatGPT juga tidak luput terkena dampak.
Di pasar modal, saham Cloudflare tercatat anjlok sekitar 4 persen pada sesi pra-pasar, mencerminkan kekhawatiran investor atas keandalan layanan yang digunakan secara luas di dunia digital.
Pemulihan Bertahap
Cloudflare kemudian menyampaikan bahwa mereka telah menerapkan perbaikan sementara dan menyatakan insiden dalam status “resolved”. Meski demikian, monitoring lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh layanan kembali stabil.
Bagi banyak pihak, insiden ini merupakan pengingat bahwa internet modern memiliki titik kritis yang bisa mengganggu banyak layanan sekaligus. Ketergantungan global pada sejumlah raksasa infrastruktur seperti Cloudflare atau AWS membuat satu kesalahan teknis dapat memicu ‘pemadaman’ digital berskala internasional.
Gangguan Cloudflare pada 18 November 2025 bukan sekadar kejadian teknis; ia menyoroti pentingnya sistem yang lebih tangguh dan desain internet yang tidak terpaku pada satu titik kegagalan. Meskipun layanan kini telah pulih, insiden ini membuka diskusi baru soal bagaimana dunia harus membangun internet yang lebih resilient di masa depan.