
SpesialBerita,- Seiring viralnya laporan tentang hilangnya saldo tabungan salah satu nasabah di BRI Unit Laubaleng (Kantor Cabang Kabanjahe, Kabupaten Karo), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan bahwa masalah tersebut telah “ditangani dengan cepat dan tuntas”.
Hasil investigasi internal BRI menyebutkan bahwa kehilangan saldo tidak disebabkan oleh kelalaian nasabah maupun kesalahan sistem perbankan. Bank menegaskan bahwa dana nasabah yang sempat hilang telah dikembalikan sepenuhnya, sehingga nasabah tersebut tidak menanggung kerugian.
Kronologi Kasus
Berdasarkan pengakuan nasabah yang viral dan media lokal:
- Pada Selasa dini hari, 11 November 2025, salah satu nasabah Unit Laubaleng mendapati bahwa akun mobile banking miliknya terkunci dengan keterangan “akun Anda ditangguhkan”. Kemudian setelah malam itu, saldo tabungannya raib ratusan juta rupiah.
- Nasabah kemudian melaporkan ke pihak BRI sejak pagi hari setelah kejadian, namun awalnya merasa belum mendapat penyelesaian yang jelas.
- Setelah laporan meledak ke publik, BRI Kantor Cabang Kabanjahe melalui pemimpinnya, Donny Cahyono, menyatakan bahwa pihak bank telah melakukan investigasi dan menghubungi nasabah untuk memastikan haknya dipulihkan.
Pernyataan Resmi dan Komitmen BRI
Donny Cahyono menegaskan bahwa BRI selalu mengutamakan keamanan data dan dana nasabah melalui sistem perlindungan berlapis yang terus diperkuat.
Ia juga menyebut bahwa pihak bank menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan prudential banking dalam seluruh operasional layanan. Peningkatan layanan digital dan penyelesaian cepat laporan nasabah menjadi fokus utama.
BRI mengimbau seluruh nasabah agar tidak memberikan data rahasia seperti PIN, password, atau OTP kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BRI. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, nasabah dapat segera melapor ke Contact Center BRI 1500017 atau melalui WhatsApp SABRINA di 0812-1214-017.
Dampak dan Sorotan Publik
Kejadian ini memunculkan sejumlah sorotan:
- Publik menjadi lebih waspada terhadap keamanan perbankan digital di daerah seperti Kabupaten Karo dan sekitarnya. Kasus “saldo raib” menimbulkan keresahan nasabah.
- Reputasi salah satu unit BRI harus dipulihkan cepat agar kepercayaan nasabah tidak luntur. Tindakan cepat penggantian dana menjadi langkah penting dalam menjaga kredibilitas.
- Meski pihak bank menyatakan tidak ada kesalahan sistem, publik dan beberapa netizen mencurigai “orang dalam” atau potensi kejahatan siber sebagai faktor penyebab.
Analisis dan Implikasi
Keamanan Dana Nasabah: Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun bank besar seperti BRI menerapkan sistem keamanan, risiko kehilangan tetap ada. Penguatan autentikasi, audit internal, dan edukasi nasabah menjadi semakin penting.
Tanggung Jawab Institusi: Dengan mengembalikan dana nasabah, BRI menunjukkan bahwa institusi siap memikul tanggung jawab. Hal ini juga menjadi sinyal bahwa bank menempatkan nasabah sebagai prioritas.
Perlindungan Digital: Modus kehilangan saldo yang terjadi melalui akun atau mobile banking menegaskan pentingnya pengamanan digital – baik dari sisi bank maupun nasabah. Nasabah diharapkan tetap waspada, dan bank perlu terus upgrade sistem anti-fraud.
Kepercayaan dan Reputasi: Unit-unit cabang bank di daerah rentan terhadap isu keamanan yang bisa mengganggu kepercayaan masyarakat. Penanganan cepat dan transparan seperti ini akan membantu meredam dampak reputasi negatif.
Kasus nasabah BRI Unit Laubaleng yang kehilangan saldo hingga ratusan juta rupiah menimbulkan kehebohan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan perbankan. Dengan pengembalian dana secara penuh dan pernyataan resmi dari BRI Kabanjahe, bank berupaya menunjukkan komitmen perlindungan nasabah. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan fragilnya keamanan dalam transaksi digital dan pentingnya kehati-hatian bersama.