
SpesialBerita,- Seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pembegalan di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (26/10/2025) itu membuat Repan kehilangan uang sebesar Rp 3 juta serta 10 botol madu yang biasa ia jual sebagai sumber penghasilan.
Informasi kejadian ini diketahui dari laporan polisi yang diterima spesialuntukmu dan telah dikonfirmasi ke pihak kepolisian serta Pemerintah Desa Kanekes, Lebak, Banten — wilayah asal masyarakat adat Baduy.
Kronologi Kejadian
Saat insiden berlangsung, Repan sedang menawarkan dagangannya berupa madu hutan dan aksesori khas Baduy. Ia dikenal sebagai salah satu warga Baduy yang rutin menjual produk hasil alam ke wilayah Jakarta.
Namun, situasi berubah ketika empat orang pria tidak dikenal yang mengendarai dua sepeda motor menghampiri korban. Berdasarkan laporan kepolisian, para pelaku membawa senjata tajam dan langsung melakukan tindakan agresif.
“Empat orang laki-laki tidak dikenal langsung mengambil paksa tas yang berisikan barang-barang,” tertulis dalam laporan polisi.
Pelaku menarik paksa tas yang berisi madu serta uang hasil penjualan. Repan berusaha mempertahankan barang miliknya, namun salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menyerangnya.
Akibatnya, Repan menderita luka pada bagian lengan kiri akibat sabetan senjata tajam tersebut.
“Terlapor langsung mengeluarkan senjata tajam dan menyerang pelapor mengenai lengan kiri,” tertulis dalam laporan.
Setelah mengambil tas, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan korban dalam kondisi terluka.
Identitas Korban Dikonfirmasi Pemerintah Desa
Kepala Desa Kanekes, Oom, membenarkan bahwa Repan adalah warga Baduy Dalam, yaitu kelompok adat Baduy yang memegang teguh tradisi serta tinggal di wilayah terdalam kawasan adat.
“Benar, Repan warga kami. Laporan sudah diterima kepolisian dan saat ini tengah ditangani unit Reskrim Polsek Cempaka Putih,” ujar Oom.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Baduy sering datang ke Jakarta untuk berdagang hasil produksi alam seperti madu Baduy yang dikenal murni dan alami. Oom berharap kejadian ini mendapat perhatian serius dari aparat keamanan.
“Kami berharap pelakunya segera tertangkap dan tidak terjadi lagi kasus seperti ini kepada warga kami,” tambahnya.
Langkah Kepolisian
Setelah laporan dibuat, Polsek Cempaka Putih langsung melakukan penyelidikan. Aparat kini mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi kendaraan dan pelaku.
Menurut informasi terbaru dari kepolisian, pihaknya juga sedang melakukan patroli dan mencari saksi tambahan karena kasus pembegalan dengan modus senjata tajam masih marak di wilayah Jakarta.
Kasus ini ikut menjadi sorotan publik karena melibatkan warga adat yang dikenal sangat menjaga kedamaian, berperilaku santun, serta tidak pernah melakukan perlawanan ketika dirugikan.
Masyarakat Baduy dan Isu Keamanan Pedagang Tradisional
Dalam beberapa tahun terakhir, warga Baduy yang berjualan ke Jakarta semakin mendapat perhatian dari masyarakat kota. Produk yang dijual seperti madu, tas tenun, gelang dan aksesoris dianggap unik serta memiliki nilai budaya.
Namun, meningkatnya mobilitas warga Baduy juga membawa risiko, terutama soal keamanan saat berada di kota besar. Beberapa laporan menyebutkan ada kejadian serupa yang dialami pedagang tradisional di wilayah perkotaan, terutama pada malam hari.
Pakar keamanan dari Universitas Indonesia, Dr. Dedy Hariyanto, menilai bahwa pelaku kriminal sering menyasar pedagang yang terlihat membawa barang tanpa pengawalan.
“Pedagang tradisional sering menjadi target karena dianggap tidak memiliki proteksi atau sistem keamanan,” ujarnya.
Harapan Warga
Repan saat ini menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya. Ia berharap uang dan dagangannya dapat diganti atau pelaku segera diringkus.
Warga Baduy lain yang biasa berdagang di Jakarta mengaku kini lebih waspada dan mencoba berdagang pada siang hari untuk menghindari kejadian serupa.