
SpesialBerita,- Dua korban kecelakaan jetski yang hilang di perairan kawasan Megamas, Kota Manado, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polresta Manado, Dit Polairud Polda Sulut, Basarnas Manado, serta BPBD Kota Manado berhasil mengevakuasi para korban pada Selasa pagi.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (3/11/2025) ketika dua pemuda yang tengah beraktivitas menggunakan jetski dilaporkan hilang setelah diduga mengalami kecelakaan di laut. Informasi awal menyebutkan bahwa jetski yang mereka tumpangi hilang kendali akibat gelombang cukup tinggi di area perairan wisata Megamas, salah satu lokasi favorit aktivitas jetski dan olahraga air di Kota Manado.
Korban Ditemukan di Kedalaman Laut Berbeda
Upaya pencarian dilakukan sejak dini hari menggunakan perahu karet, drone udara, hingga penyelam laut dalam. Tim bergerak dari bibir pantai Megamas menyisir area radius beberapa ratus meter dari lokasi kejadian.
⏺ Pukul 09.50 WITA
Tim penyelam menemukan korban pertama, berinisial RAT (25), warga Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea. RAT ditemukan pada kedalaman sekitar 20 meter di dasar laut Megamas.
⏺ Pukul 11.40 WITA
Korban kedua berinisial WH (19) ditemukan pada kedalaman 30 meter tidak jauh dari lokasi korban pertama.
Keduanya langsung dievakuasi dan dibawa menggunakan perahu tim SAR ke daratan, sebelum kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulut untuk pemeriksaan medis.
Kasat Polairud Polresta Manado, Kompol Hajran Matorang, menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh potensi SAR yang dimiliki daerah.
“Kami bersama Dit Polairud Polda Sulut, Basarnas, dan BPBD Manado bergerak cepat sejak laporan masuk. Kedua korban berhasil ditemukan dan sudah dibawa ke RS Bhayangkara,” ujarnya.
Polisi Imbau Keselamatan Aktivitas Wisata Laut
Kasat Polairud juga menegaskan pentingnya keselamatan wisata bahari, terutama penggunaan perlengkapan seperti pelampung dan pengawasan instruktur.
“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak mengoperasikan jetski atau kendaraan laut lainnya tanpa perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan pengawasan yang memadai,” tambahnya.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kronologi kejadian, termasuk memeriksa saksi mata, pemilik penyewaan jetski, hingga pihak pengelola kawasan wisata.
Tren Kecelakaan Jetski Meningkat Secara Nasional
Berdasarkan data yang dirilis oleh Basarnas (2024/2025), kecelakaan wisata bahari seperti jetski dan banana boat meningkat hingga 23% di beberapa daerah wisata Indonesia. Mayoritas penyebabnya adalah:
- kurangnya instruktur atau pengawasan profesional,
- penggunaan jetski oleh pengunjung tanpa pengalaman,
- kelalaian memakai pelampung,
- kondisi cuaca yang berubah cepat.
Di beberapa negara, seperti Singapura dan Thailand, operasional jetski wajib didampingi operator berlisensi. Sementara di Indonesia, regulasi baru masih dalam tahap pembahasan oleh Kemenhub untuk memperketat standar keselamatan wisata air.
Megamas Manado, Titik Wisata Laut Populer dan Rawan Ombak
Kawasan Megamas merupakan area wisata bahari yang ramai setiap akhir pekan. Namun menurut catatan BPBD dan BMKG Maritim, ombak di perairan ini sering berubah tiba-tiba, terutama pada:
- bulan Oktober–Desember (musim angin barat),
- sore hingga malam hari ketika angin pesisir meningkat.
BMKG maritim Manado pada tanggal 3–4 November 2025 juga merilis peringatan kewaspadaan ombak dengan ketinggian 0,75 hingga 1,5 meter di teluk Manado.
Dukungan untuk Keluarga Korban
Polresta Manado masih berkoordinasi dengan keluarga korban untuk proses lebih lanjut. Pihak keluarga telah mendatangi RS Bhayangkara untuk identifikasi serta persiapan pemulasaraan jenazah.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bahwa wisata air bukan sekadar hiburan, tetapi mengandung risiko tinggi jika tidak disertai prosedur keselamatan yang benar.
Peristiwa kecelakaan jetski di Megamas Manado berakhir duka setelah dua korban berhasil ditemukan meninggal dunia. Aparat menegaskan perlunya peningkatan standar keselamatan bagi pengelola wisata bahari agar kejadian serupa tidak terulang lagi.